PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Artificial Intelegence (Sistem Pakar)
Nama : Putri Apriyani
NPM : 18114583
Kelas : 3KA31
Dosen : Dewi Andryani
ARTIFICIAL INTELEGENCE
Artificial Intelligence atau
AI dalam bahasa Indonesia artinya Kecerdasan Buatan yaitu kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas ilmiah. Kecerdasan dibuat dan dimasukkan kedalam suatu mesin / computer supaya bias melakukan pekerjaan seperti yang bias dikerjakan oleh manusia.
Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu
program komputer yang dirancang untuk mengambil keputusan seperti keputusan
yang diambil oleh seorang atau beberapa orang pakar. Menurut Marimin (1992),
sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang menggunakan ilmu,
fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga ahli dalam
bidang yang bersangkutan.
Dalam penyusunannya, sistem pakar
mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan
basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam
bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang
selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian
masalah tertentu.
Sistem Pakar menurut Siswanto
(kecerdasan tiruan:2010) merupakan program komputer, yaitu :
·
Program komputer yang menangani masalah dunia nyata, masalah yang kompleks
yang membutuhkan interpretasi pakar.
·
program komputer untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan komputer
dengan model penalaran manusia dan mencapai kesimpulan yang sama dengan yang
dicapai oleh seorang jika berhadapan dengan masalah.
Komputer berbasis pengetahuan sistem
pakar merupakan program komputer yang mempunyai pengetahuan berasal dari
manusia yang berpengetahuan luas(pakar) dalam domain tertentu, di mana
pengetahuan di sini adalah pengetahuan manusia yang sangat minim penyebarannya,
mahal serta susah didapat.
Walaupun sistem pakar dapat
menyelesaikan masalah dalam domain yang terbatas berdasarkan pengetahuan yang
dimasukkan ke dalamnya, tetapi sistem pakar tidak dapat menyelesaikan yang
tidak dapat diselesaikan manusia. Oleh sebab itu keandalan dari sistem pakar
terletak pada pengetahuan yang dimasukkan ke dalamnya.
Kondisi-kondisi di mana sistem pakar
dapat membantu manusia dalam menyelesaikan masalahnya, antara lain:
·
Kebutuhan akan tenaga ahli (pakar) yang banyak, tetapi pakar yang tersedia
jumlahnya sangat terbatas.
·
Pemakaian pakar yang berlebihan dalam membuat keputusan, walaupun dalam
suatu tugas yang rutin.
·
Pertimbangan kritis harus dilakukan dalam waktu yang singkat untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
·
Hasil yang optimal, seperti dalam pencernaan atau konfigurasi.
·
Sejumlah besar data yang harus diteliti oleh pakar secara kontinu.
Ciri-Ciri Sistem Pakar
1. Terbatas pada domain
keahlian tertentu.
2.
Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.
3.
Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara
yang dapat dipahami.
4.
Berdasarkan pada kaidah/ketentuan/rule tertentu.
5.
Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
6.
Pengetahuan dan mekanisme penalaran (inference) jelas terpisah.
7.
Keluarannya bersifat anjuran.
8. Sistem dapat
mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai dituntun oleh dialog dengan user.
Penerapan Sistem Pakar
Aplikasi Sistem Pakar Tes Kepribadian Berbasis Web
Kepribadian sangatlah penting untuk diketahui setiap orang agar setiap
individu mampu mengembangkan kelebihan yang dimilikinya. Seseorang yang
kesulitan dalam mengembangkan dirinya kemungkinan karena tidak mengetahui sama
sekali kelemahan dan kekurangan yang dimilikinya. Sistem Pakar merupakan suatu
sistem yang dibangun untuk memindahkan kemampuan dari seorang atau beberapa
orang pakar ke dalam komputer yang digunakan untuk memecahkan masalah yang
dihadapi oleh pemakai dalam bidang tertentu. Untuk membantu setiap orang yang
ingin mengetahui kepribadiannya, penulis membangun sebuah aplikasi sistem pakar
berbasis web yang mampu membantu pengenalan seseorang terhadap kepribadiannya.
Proses pembuatan aplikasi tersebut menggunakan metodologi berorientasi obyek
dengan pemodelan visual Unified Modeling Language (UML). Pada tahap
implementasi penulis menggunakan perangkat pemrograman berbasis web,
Apache2Triad 1.5.2 yang berisi Apache 2.0.53, dan PHP 5.0.4. Aplikasi ini dapat
membantu pengguna untuk mengetahui kepribadiannya, sehingga dapat membantu
untuk mengembangkannya.
Contoh Penerapan :
·
MYCIN : Digunakan untuk mendiagnosa penyakit.
·
Dendral : Digunakan untuk mengidentifikasikan struktur molekul
campuran kimia yang tidak dikenal.
·
XCON & XSEL : Digunakan untuk konfigurasi sistem komputer besar.
·
Prospector : Digunakan dalam bidang ilmu biologi.
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar