ILMU BUDAYA DASAR
PULAU SAMOSIR
DISUSUN OLEH :
NAMA :
PUTRI APRIYANI
KELAS : 1KA 35
NPM :
18114583
DOSEN : BU HELNAWATY
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
PTA
2014-2015
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….…3
1.1. Latar belakang Budaya…………………………………………………………………...3
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….......3
2.1. Budaya
di Pulau Samosir……………………………………………………………...3
2.2.
Ciri Khas Budaya di Pulau Samosir…………………………………………………..4
2.3. Adat
Istiadat Batak Samosir……………………………………………………….….5
BAB III
PENUTUP……………………………………………………………………….......6
3.1.
Kesimpulan……………………………………………………………………………6
3.2 Saran
………………………………………………………………………………….6
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………...….7
BAB
I
1.1.Latar Belakang Budaya
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Menurut Melville J.
Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi
berikutnya, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat
yang memiliki budaya.
BAB
II
2.1.
Budaya Di Pulau Samosir
Untuk
menuju Pulau Samosir dari kota Medan atau Bandara Polonia Medan bisa melalui
dua rute utama untuk mencapai Danau Toba, yang pertama adalah melalui
kota Berastagi yang berhawa sejuk karena berada di ketinggian gunung dan bisa
mampir di tempat wisata Taman Simalam Resort dan air terjun tongging yang
membutuhkan waktu lebih lama sekitar 6-7 jam, sedangkan rute yang kedua adalah
Medan – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat, dimana rute kedua jauh
lebih singkat 4-5 jam.
Sejarah
nama Pulau Samosir. Nama Pulau samosir di ambil dari nama seorang anak pak toba
yang bernama samosir, pak toba menikah dengan seorang ikan mas yang berubah
menjadi gadis cantik dengan persyaratan bahwa pak toba tidak boleh memanggil
anak nya dengan sebutan anak ikan. Suatu hari anak pak toba yang bernama
samosir membuat bapak nya yaitu pak toba marah besar hingga mengamuk lah pak
toba dan memanggi nya anak ikan si begitu pak toba memanggil “anak ikan”
terjadi lah sebuah badai, angin,dan hujan kencang dan terjadilah pulau samosir
di tengah pulau Sumatra. Itu lah sedikit sejarah asal nama Pulau Samosir,
kembali ke topik yang saya buat tentang budaya Pulau Samosir. Siapa yang tidak
tau Pulau samosir yang terkenal dengan suku batak nya dan adat batak nya.
Sebagai
daerah asal suku batak tentu pulau ini menjadi saksi tumbuh dan kembangnya seni
dan budaya Batak Toba. Disinilah pula hadir salah satu kesenian yang
dibanggakan oleh masyarakat setempat. Kesenian tersebut bernama
Sigale-gale, boneka kayu yang dapat menari yang nanti akan di bahas di ciri
khas dan tarian tor-tor. Tak jauh dari pertunjukan si gale-gale, ada Makam
Raja Sidabutar, di Tomok, ini merupakan makam yang terbuat dari batu utuh
tanpa persambungan yang dipahat untuk tempat peristirahatan Raja Sidabutar
penguasa kawasan Tomok pada masa itu. Sidabutar merupakan orang pertama yang
menginjakan kakinya di Pulau Samosir. Kuburan yang sudah berumur lebih dari 200
tahun itu merupakan kuburan batu.
2.2.
Ciri Khas Budaya Di Pulau Samosir
Berbagai
macem ciri khas yang ada di Pulau Samosir dari tarian, pakaian, makanan, rumah
adat batak dan lain lain di bawah akan saya bahas beberapa ciri khas Pulau
Samosir
Tarian
tor-tor termasuk ciri khas pulau karena kata “Tor-tor” berasal dari bahasa
batak yang artinya suara entakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak.
Penari bergerak dengan iringan Gondang yang juga berirama mengentak. “Tujuan
tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta
muda-mudi. Dan tarian ini memiliki proses ritual sebelum di lakukan nya. Pesan
ritual itu ada tiga yang utama. Yakni takut dan taat pada Tuhan, Sebelum tari
dimulai harus ada musik persembahan pada Yang Maha Esa. Kemudian dilanjutkan
pesan ritual untuk leluhur dan orang-orang masih hidup yang dihormati.
Terakhir, pesan untuk khalayak ramai yang hadir dalam upacara. Barulah
dilanjutkan ke tema apa dalam upacara itu. Durasi Tari Tor-tor bervariasi,
mulai dari tiga hingga sepuluh menit. Di tanah Batak, hal ini tergantung dari
permintaan satu rombongan yang mau menyampaikan suatu hal ke rombongan lain. Dimintalah
satu buah lagu pada pemusik. Jika maksud sudah tersampaikan, barulah tarian
dihentikan.
Tarian
ini akhirnya bertransformasi di Ibu Kota karena mulai ditampilkan di upacara
perkawinan. Jika sudah sampai di upacara ini, bentuknya bukan lagi ritual melainkan
hiburan. Karena menjadi tontonan dan tidak semua yang hadir ikut terlibat dalam
tarian tersebut.
Selain
tor-tor Pulau Samosir memiliki boneka yang bisa menari yang dinamakan si gale
gale sejarah si gale gale apabila seorang terkemuka meninggal sebelum mempunyai
anak sebagai penyambung keturunan, dianggap merupakan kesialan. Untuk mencegah
supaya nestapa seperti itu tidak berulang kembali, maka diadakanlah tarian duka
menggunakan boneka dari kayu. Boneka tersebut bentuknya seperti manusia,
kepalanya dilumuri dengan kuning telur. Giginya dicat hitam menggunakan jelaga
baja, pada lekuk mata dilekatkan buah berwarna merah. Boneka diberi pakaian
ulos Batak, di atas kepalanya dilekatkan rambut kuda atau ijuk, atau diberi
ikat kepala. Selanjutnya boneka diletakkan di atas papan beroda, lalu ditarik
berkeliling kampung ya itu lah yang saya ketahui tentang boneka si gale gale
yang berada di Pulau Samosir
Pulau
Samosir juga mempunyai makanan khas yaitu ikan pora-pora yang berkembang amat
pesat di perairan Danau Toba dan yang non muslim juga bisa menemukan babi
panggang karo yang ada di daerah tersebut karena warga di Pulau samosir
bermayoritas Batak kristen protestan dan katolik.
Kota
Tuktuk yang merupakan sentral kegiatan pariwisata di Pulau Samosir. Di kota ini
sudah tersedia berbagai macam akomodasi seperti hotel, cafe maupun
restoran Ambarita yang dikenal sebagai situs Istana Raja Batak dari marga
Siallagan terdapat Rumah adat dan batu-batu tempat praktik pengadilan masa lalu.
Pakaian
adat Pulau samosir adalah ulos yang di buat secara manual oleh para pengrajin
ulos yang ada disana. Untuk membuat ulos bisa membutuhkan waktu yang cukup
lama, pakaian ulos biasa nya di pakai di acara-acara tertentu seperti
pernikahan, warga yang sedang meninggal, acara adat dan di pakai juga untuk
menari tor-tor dan boneka si gale gale.
Rumah
adat batak ada berbagai macem, tapi rumah adat di pulau samosir sedikit pendek
dan genteng nya menuncip menujuk ke atas.
2.3.
Adat Istiadat Batal Samosir
Cukup
aneh kalau suku Batak Samosir dinyatakan berbeda dengan suku Batak Toba,
sebabnya berdasarkan sejarah budaya, adat-istiadat dan bahasa, suku Batak di
kabupaten Samosir adalah suatu rumpun yang sama dengan suku Batak di kabupaten
Toba Samosir. Mungkin karena saat ini telah dipisahkan oleh nama wilayah yang
berbeda dengan sebutan kabupaten yang berbeda, maka disebut berbeda, mungkin
sebutan yang pantas adalah sebutan wilayah berbeda, tapi suku bangsa tetap satu
sebagai suku Batak Toba. Lagipula secara adat-istiadat, budaya, tarian dan
bahasa mereka juga hampir tidak bisa dibedakan. Hanya karena perbedaan wilayah
saja yang membedakan kedua suku Batak ini, juga dengan Silindung dan Humbang.
Traditional
Dance of Batak Samosir
|
Bahasa
yang digunakan oleh orang Batak di Samosir tidaklah berbeda dengan bahasa Batak
di kabupaten Toba, Humbang, Silindung-Tapanuli Utara, Batak Angkola dan juga
dengan bahasa Batak Mandailing. Kemungkinan hanya terdapat perbedaan dialek dan
intonasi yang sangat tipis.
Dalam
kehidupan sehari-hari suku Batak di kabupaten Samosir hidup sebagai petani,
terutama sayur-sayuran, dan juga sebagai nelayan di danau Toba, selain itu
banyak yang telah sukses dalam perantauan menjadi pengusaha, pengacara atau
menjadi pejabat penting di pemerintahan daerah maupun negara.
BAB
III
3.1.
Kesimpulan
Batak Samosir adalah sub atau bagian
dari suku bangsa Batak yang wilayahnya meliputi Pulau Samosir dan sekitarnya. Samosir bukanlah Toba. Karena 4
(empat) sub atau bagian suku bangsa Batak (Silindung_Samosir_Humbang_Toba)
memiliki wilayah dan contoh marga yang berbeda. Samosir yang merupakan putera dari Parhutala dan yang mempunyai 4 (empat) orang putera dan menurunkan 5 (lima)
marga, yaitu: Gultom, Samosir
Sidari, Harianja, Pakpahan, dan Sitinjak, merupakan salah satu cotoh marga pada suku bangsa Batak Samosir.
3.2 Saran
Sebagai warga Negara Indonesia kita perlu
mengetahui, menjaga, dan melestarikan kebudayaan Pulau Samosir. Terkadang kita
lebih mengenal budaya yang ada di Negara barat dari pada budaya kita sendiri.
Salah satu budaya dari Negara kita adalah Pulau Samosir, yang penuh akan
kekayaan alam, kebudayaan, dan pariwisatanya. Tentu bukan hanya budaya Pulau
Samosir yang ada di Negara Indonesia, melainkan masih banyak pulau-pulau yang
belum kita ketahui. Maka dari itu kita harus mengenal budaya kita sendiri,
mulailah memberikan wawasan kepada anak-anak sejak dini agar memahami berbagai
budaya yang ada di Negara Indonesia tercinta ini. Dan cintailah produk-produk
dalam negri .
DAFTAR PUSTAKA
- http://id.wikipedia.org/wiki/Batak Toba Samosir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar