Kamis, 26 Maret 2015

IBD

ILMU BUDAYA DASAR
PULAU SAMOSIR




DISUSUN OLEH :

NAMA            : PUTRI APRIYANI
KELAS           : 1KA 35
NPM               : 18114583
DOSEN          : BU HELNAWATY



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
PTA 2014-2015







DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….…3
1.1.  Latar belakang Budaya…………………………………………………………………...3
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….......3
2.1.      Budaya di Pulau Samosir……………………………………………………………...3
2.2.      Ciri Khas Budaya di Pulau Samosir…………………………………………………..4
2.3.      Adat Istiadat Batak Samosir……………………………………………………….….5
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………….......6
3.1.      Kesimpulan……………………………………………………………………………6
3.2       Saran ………………………………………………………………………………….6
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………...….7











BAB I

1.1.Latar Belakang Budaya

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Menurut  Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski  mengemukakan bahwa segala sesuatu  yang  terdapat  dalam masyarakat  ditentukan  oleh  kebudayaan  yang  dimiliki oleh masyarakat  itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits  memandang  kebudayaan  sebagai  sesuatu  yang  turun  temurun  dari satu generasi  ke  generasi  berikutnya, yang  kemudian  disebut  sebagai  superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan  mengandung  keseluruhan  pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat yang memiliki budaya.

BAB II

2.1.         Budaya Di Pulau Samosir

Untuk menuju Pulau Samosir dari kota Medan atau Bandara Polonia Medan bisa melalui dua  rute utama untuk mencapai Danau Toba, yang pertama adalah melalui kota Berastagi yang berhawa sejuk karena berada di ketinggian gunung dan bisa mampir di tempat wisata Taman Simalam Resort dan air terjun tongging yang membutuhkan waktu lebih lama sekitar 6-7 jam, sedangkan rute yang kedua adalah Medan – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat, dimana rute kedua jauh lebih singkat 4-5 jam.

Sejarah nama Pulau Samosir. Nama Pulau samosir di ambil dari nama seorang anak pak toba yang bernama samosir, pak toba menikah dengan seorang ikan mas yang berubah menjadi gadis cantik dengan persyaratan bahwa pak toba tidak boleh memanggil anak nya dengan sebutan anak ikan. Suatu hari anak pak toba yang bernama samosir membuat bapak nya yaitu pak toba marah besar hingga mengamuk lah pak toba dan memanggi nya anak ikan si begitu pak toba memanggil “anak ikan” terjadi lah sebuah badai, angin,dan hujan kencang dan terjadilah pulau samosir di tengah pulau Sumatra. Itu lah sedikit sejarah asal nama Pulau Samosir, kembali ke topik yang saya buat tentang budaya Pulau Samosir. Siapa yang tidak tau Pulau samosir yang terkenal dengan suku batak nya dan adat batak nya.

Sebagai daerah asal suku batak tentu pulau ini menjadi saksi tumbuh dan kembangnya seni dan budaya Batak Toba. Disinilah pula hadir salah satu kesenian yang dibanggakan oleh masyarakat setempat. Kesenian tersebut  bernama Sigale-gale, boneka kayu yang dapat menari yang nanti akan di bahas di ciri khas dan tarian tor-tor. Tak jauh dari pertunjukan si gale-gale, ada Makam Raja Sidabutar, di Tomok, ini merupakan makam yang terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat untuk tempat peristirahatan Raja Sidabutar penguasa kawasan Tomok pada masa itu. Sidabutar merupakan orang pertama yang menginjakan kakinya di Pulau Samosir. Kuburan yang sudah berumur lebih dari 200 tahun itu merupakan kuburan batu.

2.2.      Ciri Khas Budaya Di Pulau Samosir

Berbagai macem ciri khas yang ada di Pulau Samosir dari tarian, pakaian, makanan, rumah adat batak dan lain lain di bawah akan saya bahas beberapa ciri khas Pulau Samosir

Tarian tor-tor termasuk ciri khas pulau karena kata “Tor-tor” berasal dari bahasa batak yang artinya suara entakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak. Penari bergerak dengan iringan Gondang yang juga berirama mengentak. “Tujuan tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda-mudi. Dan tarian ini memiliki proses ritual sebelum di lakukan nya. Pesan ritual itu ada tiga yang utama. Yakni takut dan taat pada Tuhan, Sebelum tari dimulai harus ada musik persembahan pada Yang Maha Esa. Kemudian dilanjutkan pesan ritual untuk leluhur dan orang-orang masih hidup yang dihormati. Terakhir, pesan untuk khalayak ramai yang hadir dalam upacara. Barulah dilanjutkan ke tema apa dalam upacara itu. Durasi Tari Tor-tor bervariasi, mulai dari tiga hingga sepuluh menit. Di tanah Batak, hal ini tergantung dari permintaan satu rombongan yang mau menyampaikan suatu hal ke rombongan lain. Dimintalah satu buah lagu pada pemusik. Jika maksud sudah tersampaikan, barulah tarian dihentikan.

Tarian ini akhirnya bertransformasi di Ibu Kota karena mulai ditampilkan di upacara perkawinan. Jika sudah sampai di upacara ini, bentuknya bukan lagi ritual melainkan hiburan. Karena menjadi tontonan dan tidak semua yang hadir ikut terlibat dalam tarian tersebut.

Selain tor-tor Pulau Samosir memiliki boneka yang bisa menari yang dinamakan si gale gale sejarah si gale gale apabila seorang terkemuka meninggal sebelum mempunyai anak sebagai penyambung keturunan, dianggap merupakan kesialan. Untuk mencegah supaya nestapa seperti itu tidak berulang kembali, maka diadakanlah tarian duka menggunakan boneka dari kayu. Boneka tersebut bentuknya seperti manusia, kepalanya dilumuri dengan kuning telur. Giginya dicat hitam menggunakan jelaga baja, pada lekuk mata dilekatkan buah berwarna merah. Boneka diberi pakaian ulos Batak, di atas kepalanya dilekatkan rambut kuda atau ijuk, atau diberi ikat kepala. Selanjutnya boneka diletakkan di atas papan beroda, lalu ditarik berkeliling kampung ya itu lah yang saya ketahui tentang boneka si gale gale yang berada di Pulau Samosir

Pulau Samosir juga mempunyai makanan khas yaitu ikan pora-pora yang berkembang amat pesat di perairan Danau Toba dan yang non muslim juga bisa menemukan babi panggang karo yang ada di daerah tersebut karena warga di Pulau samosir bermayoritas Batak kristen protestan dan katolik.

Kota Tuktuk yang merupakan sentral kegiatan pariwisata di Pulau Samosir. Di kota ini sudah tersedia berbagai macam akomodasi seperti hotel, cafe  maupun restoran Ambarita yang dikenal sebagai situs Istana Raja Batak dari marga Siallagan terdapat Rumah adat dan batu-batu tempat praktik pengadilan masa lalu.

Pakaian adat Pulau samosir adalah ulos yang di buat secara manual oleh para pengrajin ulos yang ada disana. Untuk membuat ulos bisa membutuhkan waktu yang cukup lama, pakaian ulos biasa nya di pakai di acara-acara tertentu seperti pernikahan, warga yang sedang meninggal, acara adat dan di pakai juga untuk menari tor-tor dan boneka si gale gale.

Rumah adat batak ada berbagai macem, tapi rumah adat di pulau samosir sedikit pendek dan genteng nya menuncip menujuk ke atas.

 

2.3.      Adat Istiadat Batal Samosir

Cukup aneh kalau suku Batak Samosir dinyatakan berbeda dengan suku Batak Toba, sebabnya berdasarkan sejarah budaya, adat-istiadat dan bahasa, suku Batak di kabupaten Samosir adalah suatu rumpun yang sama dengan suku Batak di kabupaten Toba Samosir. Mungkin karena saat ini telah dipisahkan oleh nama wilayah yang berbeda dengan sebutan kabupaten yang berbeda, maka disebut berbeda, mungkin sebutan yang pantas adalah sebutan wilayah berbeda, tapi suku bangsa tetap satu sebagai suku Batak Toba. Lagipula secara adat-istiadat, budaya, tarian dan bahasa mereka juga hampir tidak bisa dibedakan. Hanya karena perbedaan wilayah saja yang membedakan kedua suku Batak ini, juga dengan Silindung dan Humbang.


Traditional Dance of Batak Samosir

Bahasa yang digunakan oleh orang Batak di Samosir tidaklah berbeda dengan bahasa Batak di kabupaten Toba, Humbang, Silindung-Tapanuli Utara, Batak Angkola dan juga dengan bahasa Batak Mandailing. Kemungkinan hanya terdapat perbedaan dialek dan intonasi yang sangat tipis.

Dalam kehidupan sehari-hari suku Batak di kabupaten Samosir hidup sebagai petani, terutama sayur-sayuran, dan juga sebagai nelayan di danau Toba, selain itu banyak yang telah sukses dalam perantauan menjadi pengusaha, pengacara atau menjadi pejabat penting di pemerintahan daerah maupun negara.

BAB III

3.1.      Kesimpulan

Batak Samosir adalah sub atau bagian dari suku bangsa Batak yang wilayahnya meliputi Pulau Samosir dan sekitarnya. Samosir bukanlah Toba. Karena 4 (empat) sub atau bagian suku bangsa Batak (Silindung_Samosir_Humbang_Toba) memiliki wilayah dan contoh marga yang berbeda. Samosir yang merupakan putera dari Parhutala dan yang mempunyai 4 (empat) orang putera dan menurunkan 5 (lima) marga, yaitu: Gultom, Samosir Sidari, Harianja, Pakpahan, dan Sitinjak, merupakan salah satu cotoh marga pada suku bangsa Batak Samosir.

3.2       Saran

            Sebagai warga Negara Indonesia kita perlu mengetahui, menjaga, dan melestarikan kebudayaan Pulau Samosir. Terkadang kita lebih mengenal budaya yang ada di Negara barat dari pada budaya kita sendiri. Salah satu budaya dari Negara kita adalah Pulau Samosir, yang penuh akan kekayaan alam, kebudayaan, dan pariwisatanya. Tentu bukan hanya budaya Pulau Samosir yang ada di Negara Indonesia, melainkan masih banyak pulau-pulau yang belum kita ketahui. Maka dari itu kita harus mengenal budaya kita sendiri, mulailah memberikan wawasan kepada anak-anak sejak dini agar memahami berbagai budaya yang ada di Negara Indonesia tercinta ini. Dan cintailah produk-produk dalam negri .






DAFTAR PUSTAKA


  • http://id.wikipedia.org/wiki/Batak Toba Samosir










Tidak ada komentar:

Posting Komentar